Selasa, 10 Desember 2013

Ketika Ikan Tak Jadi Mati Ditelaga Jernih


Bila Anda pernah minum air kemasan dengan merk ternama atau pernah melihat truk tangki air yang bertuliskan dari mata air Prigen, maka tentu akan membayangkan melimpahnya air didaerah kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawatimur.  Ironisnya, beberapa daerah diwilayah kecamatan Prigen mengalami kesulitan air bersih. Termasuk di lingkungan Watuadem kelurahan Pecalukan, yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sebelumnya masyarakat Watuadem menggunakan air dari PDAM, tetapi dimusim kemarau air sering mati, saat musim hujan air cenderung lancar tapi kondisinya keruh dan tidak layak konsumsi. Pada musim kemarau masyarakat  kadang terpaksa membeli dari perusahaaan air swasta yang harganya Rp.125.000 per tangki (2000 liter).  Bahkan untuk kegiatan memasak mereka pun tak jarang menggunakan air mineral kemasan. Karena untuk mengambil air dari sumber mereka harus berjalan kaki kurang lebih 2 km naik gunung. Sungguh sebuah ironi dan perjuangan yang berat untuk mendapatkan air diwilayah yang dulu  terkenal dengan air bersihnya yang melimpah.
Disamping itu, kebanyakan villa - villa perusahaan, hotel dan perusahaan air yang berada di kecamatan Prigen, mengambil air secara langsung dari sumber air, sehingga debit air PDAM semakin kecil. Air pada sumber-sumber air terdekat telah dikuasai secara permanen dan pribadi oleh villa, hotel dan perusahaan air dengan teknologi dan sumber dana yang besar mengakibatkan warga “kalah” dalam mendapatkan air.  Dan masyarakat tidak memiliki dana yang cukup untuk membangun jaringan air bersih secara mandiri. Pada tahun 2005, adalah Soeharto (67 tahun), seorang tokoh masyarakat Watuadem, yang menggagas ide untuk mengatasi masalah air dengan membentuk Paguyuban Pengguna Air Minum “Toya wening” yang akan  mencari sumber air dan membangun jaringan air.  Namun seperti yang diungkapkan diatas, mereka kesulitan dalam hal biaya. Keloimpok ini  berusaha mendapatkan pendanaan dengan menghimpun sumbangan dan iuran dari warga sekitar, karena dalam waktu yang lama dana juga belum mencukupi, usaha tersebut terhenti untuk sementara. Saat mereka mendengar ada program PNPM Mpd, mereka melakukan musyawarah lingkungan untuk mengusulkan program pipanisasi air bersih untuk didanai lewat PNPM Mpd TA 2011.  Usulan itu kemudia berlanjut pada musyawarah tingkat desa, melalui MDP, disepakati untuk dibawa pada MAD prioritas di kecamatan. Kemudian fasilitator desa bersama Tim penulis usulan dengan didampingi oleh fasilitator kecamatan membuat proposal usulan desa. Setelah di survey dan diverifikasi oleh Tim Verifikasi kecamatan. Pada Musyawarah Antar Desa Penetapan di kecamatan, usulan tersebut disepakati untuk didanai oleh PNPM.  Setelah usulan tersebut diterima, dilaksanakanlah pembuatan RAB dan design oleh Fasilitator teknik untuk menentukan detail pekerjaan dan besaran biaya proyek bersama TPK.   Dengan dibantu pendanaan sebesar Rp. 99.385.800,- dari PNPM MPd, serta dibantu swadaya masyarakat sebesar Rp.28.832.000,-  sehingga total biaya menjadi Rp.  128.217.800,-, dilaksanakanlah pembangunan Pipanisasi dan Tandon Air untuk masyarakat lingkungan Watuadem, dengan Panjang 2.350 meter dari Sumber air yang terletak di lereng gunung Welirang menuju pemukiman masyarakat. Saat ini masyarakat Lingkungan Watuadem kelurahan Pecalukan Kecamatan Prigen merasa sangat terbantu oleh program PNPM MPd, karena telah dapat menikmati fasilitas air bersih yang sudah lama mereka idamkan, air bersih yang selama ini sulit didapat sekarang mengalir langsung ke rumah – rumah penduduk. Pemanfaat air minum ini berjumlah 430 orang yang terdiri dari 112 KK dan akan terus berkembang karena debit air masih sangat besar dan mencukupi.  Pengelolaan dan pemeliharaan program air bersih ini dilaksanakan oleh kelompok Paguyuban Pengguna Air  Minum (P2AM) “Toya Wening” yang sekaligus sebagai Tim Pemelihara dan Pelestarian PNPM MPd di desa Pecalukan, Sistem pengelolaan yang dijalankan  adalah dengan mengadakan pertemuan rutin anggota, melakukan pemeriksaan dan rehabilitasi secara berkala terhadap saluran dan tandon air, serta menarik iuran dari masyarakat pengguna air sebesar Rp. 15.000,- perbulan sebagai sumber dana pengelolaannya. Musyawarah dan pertemuan rutin yang dilaksanakan P2AM antara lain ; pertemuan pengurus P2AM setiap bulan, pertemuan rutin dengan masyarakat pengguna air setiap 3 bulan sekali serta Pertanggungjawaban pengurus pada masyarakat yang dilakukan setahun sekali.

Minggu, 24 November 2013

HASIL SELEKSI AKTIF CALON FASILITATOR BIDANG TEKNIK TGL. 07 NOPEMBER 2013

HASIL SELEKSI AKTIF
CALON FASILITATOR KECAMATAN BIDANG TEKNIK PNPM MANDIRI PERDESAAN
TAHUN ANGGARAN 2013
PROVINSI JAWA TIMUR

 
Hasil seleksi aktif Calon Fasilitator Kecamatan Bidang Teknik untuk disampaikan kepada Teman-teman yang mengikuti seleksi tersebut untuk konfirmasi ke Telpon RMC IV Jatim (031-8437050), karena beberapa orang tadi sudah dihubungi via telpon RMU belum bisa. Pelatihan pratugas akan dilaksanakan pada tanggal 26 Nopember sd. 07 Desember 2013 bertempat di Royal Trawas Hotel & Cottages dsn Slepi, desa ketapanrame kec. Trawas kab. Mojokerto. telpon. 034388100, 0343881166 Surabaya, 21 Nopember 2013

No Nama L/P Posisi Keterangan
1 Rismawan Andrianto, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
2 Suyatmoko Sugiyanto L FT Lulus di panggil Pra Tugas
3 Sukino, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
4 Diyah Liswati, ST P FT Lulus di panggil Pra Tugas
5 Cuk Heri Suatmadi, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
6 Aki' Suprapto, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
7 Nur Hasan, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
8 Suapriana Hastin, S.Pd P FT Lulus di panggil Pra Tugas
9 Moh Vindhi Sholeh, A.Md L FT Lulus di panggil Pra Tugas
10 Hastin Hasan, ST P FT Lulus di panggil Pra Tugas
11 M. Finish Ibtalaa, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
12 Edy Susyanto Rusyandi L FT Lulus di panggil Pra Tugas
13 Rahayu Isnin Astuti, ST P FT Lulus di panggil Pra Tugas
14 Mohammad Sofyan Tsauri, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
15 Devi Putra Kurniawan, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
16 Indhang Sugiharti, ST P FT Lulus di panggil Pra Tugas
17 Lucky Cahya Permana, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
18 Moch. Ichwan Maulana, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
19 Piping Hariati, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
20 Achmad Saudi, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
21 Nani Rahayjeng, ST P FT Lulus di panggil Pra Tugas
22 Sariyanto, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
23 Dadang Wibissono, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
24 Andry Setiawan, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
25 Wahyu Kuncoro L FT Lulus di panggil Pra Tugas
26 Dedy Asmaroni, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
27 Eko Sugianto, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
28 Driyan Budiyanto, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
29 Andi Kamaswara, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
30 Syaifurrahman, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
31 Anwar Rachmadi, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
32 Fuat Hasan, FT L FT Lulus di panggil Pra Tugas
33 Akbar Afandi, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
34 Donny Suwoyo, A.Md L FT Lulus di panggil Pra Tugas
35 Puji Wiyono, ST L FT Lulus di panggil Pra Tugas
36 Mulyono L FT Lulus di panggil Pra Tugas

Rabu, 20 November 2013

PENINGKATAN PELATIHAN KAPASITAS PELAKU

SUASANA PELATIHAN UPK, PL
Kabupaten pasuruan dalam tahun anggaran 2013 terdapat 18 kecamatan lokasi PNPM MPd,  dengan total dana DOK sebesar Rp. 1.855.957.000,- salah satu peruntukannya untuk  pelatihan pada pelaku PNPM MPd di level kecamatan dan desa. pada tanggal 11 – 13 nopember dilakukan pelatihan cluster kabupaten untuk pelaku UPK dan PL, dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman untuk menjalankan program dilakukan penguatan kapasitas dalam bentuk pelatihan dengan berbagai materi yang disajikan diantaranya untuk materi penanganan masalah disampaikan oleh kejaksaan negeri bangil pasuruan (Kasi Datun & kasi Pidsus) dengan topic penanganan masalah melalui jalur litigasi. Paparan materi yang disampaikan diantaranya membahas pola penanganan tunggakan bermasalah di kabupaten Pasuruan dapat dilakukan penanganan secara bersama dengan kejaksaan dengan melakukan penagihan dimana kejaksaan selaku pengacara Negara (hal ini karena telah dilakukan MOU antara kejaksaan negeri bangil dengan Bupati Pasuruan) dengan prosedur pihak UPK dapat mengajukan pemohonan pada kejaksaan untuk memberikan
Surat Kuasa Khusus (SKK). 

Bpk. Feri D. Sampurno (Inpiera Training & Consulting)
Guna merefresh dan meningkatkan kualitas kerja UPK, PL disampaikan motifator dari Inspiera training & consulting (Bapak Feri D. Sampurno) guna menggugah motivasi kerja oleh pelaku khususnya UPK dan PL.






KASI DATUN & KASI PIDSUS  BERSAMA SP2M
Pelatihan cluster ini dilanjutkan dengan pelatihan untuk BKAD dan BP-UPK pada tanggal 13 – 14 nopember 2013 dengan nara sumber dari pihak professional, fasilitator, instansi lain yaitu dari Inspektorat kabupaten Pasuruan untuk memberikan penguatan audit pada BP-UPK dan penanganan masalah oleh Kejaksaan negeri bangil (Kasi Datun & Kasi Pidsus) serta dari Ibu Juariah (SP2M RMC Jawa Timur), nara sumber dari pengacara untuk materi legalitas kelembagaan BKAD.

Rabu, 09 Oktober 2013

SELAYANG PANDANG


Kabupaten Pasuruan adalah salah satu kabupaten yang memiliki  persoalan dalam penanggulangan kemiskinan dan masalah dalam penanganan pengangguran. Kemiskinan yang ada di kabupaten Pasuruan ini dapat dilihat dari tiga pendekatan yaitu kemiskinan alamiah, kemiskinan struktural, dan kesenjangan antar wilayah. Persoalan pengangguran lebih dipicu oleh rendahnya kesempatan dan peluang kerja bagi masyarakat khususnya bagi angkatan kerja yang berada di perdesaan.  Upaya untuk menanggulanginya harus menggunakan pendekatan multi disiplin yang berdimensi pemberdayaan, pemberdayaan yang benar-benar harus memadukan aspek-aspek penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Penanggulangan kemiskinan dengan pola pendekatan pemberdayaan masyarakat (community empowerment) melalui Program Nasional Pemberdayaan.Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan adalah sebuah upaya untuk membangun kapasitas masyarakat secara lebih baik.

Kabupaten Pasuruan terdiri dari 24 kecamatan, 274 desa dan 265 kelurahan 6 kota. Dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2013, jumlah lokasi yang telah dan sedang menerima dana bantuan PNPM Mandiri Perdesaan adalah sebanyak 18 kecamatan dan 274 desa. Total dana BLM dari tahun 2001 sampai dengan 2013 adalah sebesar Rp 196.000,000,000,- dan sampai dengan akhir tahun 2013. Pada tahun 2012 terdapat dana BLM sebesar Rp 32.400.000.000,- yang akan dicairkan dengan mekanisme Deconsentrasi dan terdapat BLM sebesar APBN Rp 30.790.000.000,- dan APBD Rp 1.610.000.000,-. 


























PNPM Mandiri Perdesaan diluncurkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2007,  dipandang sebagai salah satu program unggulan dalam konteks penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Hal yang menandai hadirnya PNPM Mandiri Perdesaan adalah di mana dalam proses pelaksanaannya sangat mengedepankan pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian, masyarakat miskin diposisikan sebagai subyek pembangunanan. 
Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) merupakan wujud nyata dari sistem pembangunan partisipatif. Masyarakat diberi kesempatan sepenuhnya untuk mengartikulasikan aspirasinya dalam pembangunan, sementara Pemerintah Kabupaten melalui perencanaan sektoral  diharapkan dapat menyelaraskan secara sinergis sesuai dengan rencana dan strategi daerah. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan) merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat upaya mengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di perdesaan.
Hasil-hasil kegiatan yang telah dicapai oleh PPK sejak tahun 2001 maupun yang telah dicapai oleh PNPM Mandiri Perdesaan    sejak tahun 2007 merupakan cerminan atau potret kebutuhan realitas yang ada di masyarakat, juga merupakan wujud dari kedewasaan masyarakat yang telah mampu memprioritaskan satu kegiatan diatas kegiatan lain diluar desanya melalui mekanisme musyawarah yang adil dan terbuka.
Gambaran dari keseluruhan profil ini adalah merupakan rangkuman dari semua hasil pelaksanaan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sejak tahun 1998. Khususnya di kabupaten Pasuruan berawal pada tahun 1998 Program Pengembangan Kecamatan (PPK) semula hanya diikuti  4 kecamatan hingga  berlanjut dengan pencanangan dan pelaksanaan PNPM – Mandiri Perdesaan pada tahun 2007 kecamatan partisifan bertambah menjadi 8 (delapan) kecamatan, kemudian pada tahun 2008 kecamatan bertambah 1 (satu) lagi menjadi 9 (sembilan) kecamatan partisifan dan terakhir pada tahun 2009 jumlah kecamatan bertambah lagi menjadi 18 (delapan) kecamatan partisifan hingga saat ini. Hingga tahun 2012 jumlah kecamatan partisifan tetap sebanyak 18 (delapan) belas kecamatan berpartisifasi penuh dengan mengikuti semua prinsip, ketentuan dasar serta prosedural lainnya yang berlaku.
Pelaksanaan program sepenuhnya dikelola oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Pasuruan serta dukungan dan bantuan teknis dari jajaran Fasilitator Kabupaten (FASKAB).           

Selasa, 08 Oktober 2013

Peningkatan SDM di Kec. Lekok

PENGEMBANGAN SDM MUNCUL DARI PNPM MANDIRI PERDESAAN


Desa Alas Tlogo berada di pemerintahan Kec. Lekok, Penopang ekonomi masyarakat adalah jenis komoditi lahan tanah untuk perkebunan singkong, sedikit banyak masyarakat juga pekerjaannya sebagai nelayan walaupun tidak secara mayoritas.
PAda Tahun 2013 PNPM MPd hadir di Kec. Lekok, melalui KPMD masyarakat desa alas tlogo mengusulkan Gedung Madin dan Usulan untuk pengembangan SDM berupa kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dan usulan untuk pengembangan SDM berupa kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dan usulan tersebut berasal dari kelompok perempuan. Usulan tersebut tidak lepas dari RPJM Desa dan RKP Desa. Usulan di bahas mulai dari dusun sampai pelaksanaan Musdes Perencanaan dan Musdes Khusus Perempuan. Dalam proses Musdes disepakati pembangunan Gedung Madin dan Usulan Pelatihan Tata boga, juga usulan menjahit yang akan diusulkan dan diperjuangkan di MAD Prioritas Usulan maupun MAD Penetapan, dengan perjuangan dan doa tim yang berjumlah 7 orang mengikuti MAD Prioritas usulan menduduki urutan rengking 1 dan 2 akhirnya dalam pelaksanaaan MAD penetapan 3 usulan desa terdanai semua.
Proses Belajar Mengajar Pelatihan Menjahit
Dalam proses pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan di tempat pelatihan BLK PAndaan dengan jumlah peserta 11 orang dan pelatihan tata boga 9 orang, dengan lama pelatihan yang berlangsung nantinya 20 hari efektif.
Akhirnya muncul suatu pengembangan SDM untuk masyarakat supaya lebih mandiri dan mampu lebih berkembang untuk memperbaiki ekonomi masyarakat. PNPM MPd memunculkan pengusaha-pengusaha dan pembangunan yang berarah kepada SDM.

Produk Unggulan Kecamatan Lumbang

PROMOSI SEBAGAI STRATEGI PENGENALAN PRODUK UNGGULAN KELOMPOK UPK KECAMATAN LUMBANG

Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Lumbang Tahun 2013 sekarang ini sudah memasuki tahun ke 13 yang diawali dengan pelaksanaan PPK (Program Pengembangan Kecamatan) Tahun 2001 yang merupakan cikal bakal dari PNPM MPd. Dari pelaksanaan  kegiatan tersebut sudah banyak sarana dan prasarana yang dibangun disamping juga kegiatan simpan pinjam yang diawali dengan pencaian UEP (Unit Ekonomi Produktif) Kemudian bertambah kegiatan simpan pinjam perempuan (SPP).

Kegiatan Pengembangan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan dan Usaha Ekonomi Produktif merupakan kegiatan pokok UPK selama kegiatan program belum sampai tahap pelaksanaan. Dana angsuran tiap bulan dari masyarakat digulirkan kembali kepada masyarakat melalui perguliran SPP dan UEP. Dengan adanya perguliran diharapkan semakin meratanya manfaat adanya program PNPM di Kecamatan Lumbang. Kegiatan Perguliran diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di Kecamatan Lumbang sehingga masyarakat mampu meningkatkan taraf hidup.

Saat ini jumlah kelompok perguliran SPP sebanyak 87 kelompok aktif dengan total pemanfaat 1.307 orang. Sedangkan untuk Kelompok UEP menjadi 22 Kelompok dengan pemanfaat 249 orang.

Potensi Alam Mendukung Perkembangan USaha
Kondisi wilayah pegunungan yang sebagian daerah tanah gersnag berbatu sebagian lainnya alam liar dengan hutan dan tegal, ekologi tanaman yang beragam dan sebagian merupakan tanaman produksi buah dan serat pakaian diantaranya durian, petai randu, ketela pohon, mangga, dna tanaman kayu lainnya, bahan dan Material yang sudah ada dan disediakan oleh alam dikelola seoptimal mungkin oleh masyarakat sehingga haslnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi mereka.

Durian Kronto



Mangga Madu
Petai Lumbang

 
Produk Unggulan Usaha Kelompok
Madu Asli Lumbang
Tape Ketan Lumbang

Kripik Jamur Tiram

 
Created and Support by Management Information System | Kantor Sekretariat PNPM Mpd - Kabupaten Pasuruan | Jalan Kaliurang 1 No 26 , Tembok Rejo | Email ppk_pasuruan@yahoo.com