Rabu, 09 Oktober 2013

SELAYANG PANDANG


Kabupaten Pasuruan adalah salah satu kabupaten yang memiliki  persoalan dalam penanggulangan kemiskinan dan masalah dalam penanganan pengangguran. Kemiskinan yang ada di kabupaten Pasuruan ini dapat dilihat dari tiga pendekatan yaitu kemiskinan alamiah, kemiskinan struktural, dan kesenjangan antar wilayah. Persoalan pengangguran lebih dipicu oleh rendahnya kesempatan dan peluang kerja bagi masyarakat khususnya bagi angkatan kerja yang berada di perdesaan.  Upaya untuk menanggulanginya harus menggunakan pendekatan multi disiplin yang berdimensi pemberdayaan, pemberdayaan yang benar-benar harus memadukan aspek-aspek penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Penanggulangan kemiskinan dengan pola pendekatan pemberdayaan masyarakat (community empowerment) melalui Program Nasional Pemberdayaan.Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan adalah sebuah upaya untuk membangun kapasitas masyarakat secara lebih baik.

Kabupaten Pasuruan terdiri dari 24 kecamatan, 274 desa dan 265 kelurahan 6 kota. Dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2013, jumlah lokasi yang telah dan sedang menerima dana bantuan PNPM Mandiri Perdesaan adalah sebanyak 18 kecamatan dan 274 desa. Total dana BLM dari tahun 2001 sampai dengan 2013 adalah sebesar Rp 196.000,000,000,- dan sampai dengan akhir tahun 2013. Pada tahun 2012 terdapat dana BLM sebesar Rp 32.400.000.000,- yang akan dicairkan dengan mekanisme Deconsentrasi dan terdapat BLM sebesar APBN Rp 30.790.000.000,- dan APBD Rp 1.610.000.000,-. 


























PNPM Mandiri Perdesaan diluncurkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2007,  dipandang sebagai salah satu program unggulan dalam konteks penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Hal yang menandai hadirnya PNPM Mandiri Perdesaan adalah di mana dalam proses pelaksanaannya sangat mengedepankan pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian, masyarakat miskin diposisikan sebagai subyek pembangunanan. 
Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) merupakan wujud nyata dari sistem pembangunan partisipatif. Masyarakat diberi kesempatan sepenuhnya untuk mengartikulasikan aspirasinya dalam pembangunan, sementara Pemerintah Kabupaten melalui perencanaan sektoral  diharapkan dapat menyelaraskan secara sinergis sesuai dengan rencana dan strategi daerah. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan) merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat upaya mengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di perdesaan.
Hasil-hasil kegiatan yang telah dicapai oleh PPK sejak tahun 2001 maupun yang telah dicapai oleh PNPM Mandiri Perdesaan    sejak tahun 2007 merupakan cerminan atau potret kebutuhan realitas yang ada di masyarakat, juga merupakan wujud dari kedewasaan masyarakat yang telah mampu memprioritaskan satu kegiatan diatas kegiatan lain diluar desanya melalui mekanisme musyawarah yang adil dan terbuka.
Gambaran dari keseluruhan profil ini adalah merupakan rangkuman dari semua hasil pelaksanaan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sejak tahun 1998. Khususnya di kabupaten Pasuruan berawal pada tahun 1998 Program Pengembangan Kecamatan (PPK) semula hanya diikuti  4 kecamatan hingga  berlanjut dengan pencanangan dan pelaksanaan PNPM – Mandiri Perdesaan pada tahun 2007 kecamatan partisifan bertambah menjadi 8 (delapan) kecamatan, kemudian pada tahun 2008 kecamatan bertambah 1 (satu) lagi menjadi 9 (sembilan) kecamatan partisifan dan terakhir pada tahun 2009 jumlah kecamatan bertambah lagi menjadi 18 (delapan) kecamatan partisifan hingga saat ini. Hingga tahun 2012 jumlah kecamatan partisifan tetap sebanyak 18 (delapan) belas kecamatan berpartisifasi penuh dengan mengikuti semua prinsip, ketentuan dasar serta prosedural lainnya yang berlaku.
Pelaksanaan program sepenuhnya dikelola oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Pasuruan serta dukungan dan bantuan teknis dari jajaran Fasilitator Kabupaten (FASKAB).           

Selasa, 08 Oktober 2013

Peningkatan SDM di Kec. Lekok

PENGEMBANGAN SDM MUNCUL DARI PNPM MANDIRI PERDESAAN


Desa Alas Tlogo berada di pemerintahan Kec. Lekok, Penopang ekonomi masyarakat adalah jenis komoditi lahan tanah untuk perkebunan singkong, sedikit banyak masyarakat juga pekerjaannya sebagai nelayan walaupun tidak secara mayoritas.
PAda Tahun 2013 PNPM MPd hadir di Kec. Lekok, melalui KPMD masyarakat desa alas tlogo mengusulkan Gedung Madin dan Usulan untuk pengembangan SDM berupa kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dan usulan untuk pengembangan SDM berupa kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dan usulan tersebut berasal dari kelompok perempuan. Usulan tersebut tidak lepas dari RPJM Desa dan RKP Desa. Usulan di bahas mulai dari dusun sampai pelaksanaan Musdes Perencanaan dan Musdes Khusus Perempuan. Dalam proses Musdes disepakati pembangunan Gedung Madin dan Usulan Pelatihan Tata boga, juga usulan menjahit yang akan diusulkan dan diperjuangkan di MAD Prioritas Usulan maupun MAD Penetapan, dengan perjuangan dan doa tim yang berjumlah 7 orang mengikuti MAD Prioritas usulan menduduki urutan rengking 1 dan 2 akhirnya dalam pelaksanaaan MAD penetapan 3 usulan desa terdanai semua.
Proses Belajar Mengajar Pelatihan Menjahit
Dalam proses pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan di tempat pelatihan BLK PAndaan dengan jumlah peserta 11 orang dan pelatihan tata boga 9 orang, dengan lama pelatihan yang berlangsung nantinya 20 hari efektif.
Akhirnya muncul suatu pengembangan SDM untuk masyarakat supaya lebih mandiri dan mampu lebih berkembang untuk memperbaiki ekonomi masyarakat. PNPM MPd memunculkan pengusaha-pengusaha dan pembangunan yang berarah kepada SDM.

Produk Unggulan Kecamatan Lumbang

PROMOSI SEBAGAI STRATEGI PENGENALAN PRODUK UNGGULAN KELOMPOK UPK KECAMATAN LUMBANG

Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Lumbang Tahun 2013 sekarang ini sudah memasuki tahun ke 13 yang diawali dengan pelaksanaan PPK (Program Pengembangan Kecamatan) Tahun 2001 yang merupakan cikal bakal dari PNPM MPd. Dari pelaksanaan  kegiatan tersebut sudah banyak sarana dan prasarana yang dibangun disamping juga kegiatan simpan pinjam yang diawali dengan pencaian UEP (Unit Ekonomi Produktif) Kemudian bertambah kegiatan simpan pinjam perempuan (SPP).

Kegiatan Pengembangan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan dan Usaha Ekonomi Produktif merupakan kegiatan pokok UPK selama kegiatan program belum sampai tahap pelaksanaan. Dana angsuran tiap bulan dari masyarakat digulirkan kembali kepada masyarakat melalui perguliran SPP dan UEP. Dengan adanya perguliran diharapkan semakin meratanya manfaat adanya program PNPM di Kecamatan Lumbang. Kegiatan Perguliran diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di Kecamatan Lumbang sehingga masyarakat mampu meningkatkan taraf hidup.

Saat ini jumlah kelompok perguliran SPP sebanyak 87 kelompok aktif dengan total pemanfaat 1.307 orang. Sedangkan untuk Kelompok UEP menjadi 22 Kelompok dengan pemanfaat 249 orang.

Potensi Alam Mendukung Perkembangan USaha
Kondisi wilayah pegunungan yang sebagian daerah tanah gersnag berbatu sebagian lainnya alam liar dengan hutan dan tegal, ekologi tanaman yang beragam dan sebagian merupakan tanaman produksi buah dan serat pakaian diantaranya durian, petai randu, ketela pohon, mangga, dna tanaman kayu lainnya, bahan dan Material yang sudah ada dan disediakan oleh alam dikelola seoptimal mungkin oleh masyarakat sehingga haslnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi mereka.

Durian Kronto



Mangga Madu
Petai Lumbang

 
Produk Unggulan Usaha Kelompok
Madu Asli Lumbang
Tape Ketan Lumbang

Kripik Jamur Tiram

 
Created and Support by Management Information System | Kantor Sekretariat PNPM Mpd - Kabupaten Pasuruan | Jalan Kaliurang 1 No 26 , Tembok Rejo | Email ppk_pasuruan@yahoo.com